Tampilkan postingan dengan label MatematikaSD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MatematikaSD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Soal Cerita Matematika SD

Belajar matematika SD melalui soal cerita


Untuk anak SD, mengerjakan soal matematika berbentuk cerita memiliki kesulitan tersendiri. Hal ini karena permasalahan matematika yang diangkat dalam cerita berhubungan dengan kehidupan nyata. Soal cerita adalah soal yang disajikan dalam bentuk cerita pendek. Biasanya, anak SD akan kesulitan ketika masalah yang diungkapkan dalam soal begitu kompleks sehingga mempengaruhi panjang pendeknya cerita. Makin banyak masalah yang diungkapkan dalam cerita, tentunya mempengaruhi semakin panjang cerita yang disajikan. Oleh karena itu, siswa SD perlu diarahkan sebelum mencari solusi agar dia memahami permasalahan yang ada dalam soal cerita. 

  • Pertama, siswa harus memahami soal dengan baik. Supaya soal yang rumit dan kompleks dapat mudah dipahami, kita harus menyajikan soal tersebut dengan cara kita sendiri. Contohnya : menulis hal - hal yang diketahui di dalam soal dan yang menjadi pertanyaan dalam soal. Hal ini bertujuan agar jika ada soal yang menyajikan informasi secara berlebihan, kita tinggal membuang beberapa hal yang memang dianggap tidak perlu dan tidak ada kaitannya dengan pertanyaan.
  • Kedua, menggambar informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Dengan menggambar kita akan lebih mudah menangkap informasi berupa gambar. Gambar yang dimaksud tentunya harus berisi pula angka - angka. Contohnya, kita menuliskan angka - angka pada soal penjumlahan, geometri, bangun datar, dsb.
  • Menyusun strategi dan menerapkannya. Dengan menyusun strategi kita bisa mengetahui cara apa yang dapat dipakai untuk mengerjakan soal, apa saja yang mesti dicari sebelum mencari jawaban akhir, serta strategi lain yang dapat mempermudah pekerjaan kita.
  • Koreksi ulang hasil pekerjaan, mengoreksi atau mencek ulang hasil kerja harus dilakukan. Biasanya anak SD sering mengabaikan langkah terakhir ini karena merasa sudah benar. Padahal, bisa jadi ada kesalahan penulisan ataupun perhitungan.

Contoh soal cerita matematika SD :
  1. Kuntum mempunyai 298 koin. Raffael mempunyai 175 koin lebih sedikit dari Kuntum. Berapa banyak koin yang Raffael punya ?
          Jawab :
          Diketahui : Koin Kuntum = 298 koin
                             Perbedaan koin Kuntum dan Raffael = 175 koin
                             Raffael memiliki koin yang lebih sedikit
          Ditanya    : Koin Raffael ... ?
gambar berdasarkan soal cerita
 
 Koin Raffael : 298 koin - 175 koin = 123 koin
 Jadi, koin yang Raffael miliki ada 123.

Nah, lebih mudah dipahami bukan ?
Sekedar saran, jangan terlalu terburu - buru mengerjakan soal dan mengumpulkannya. Karena, ketika kita menjadi orang pertama yang mengumpulkan akan membuat konsentrasi teman yang lain terganggu.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kamis, 02 Oktober 2014

Kenapa pi 3,14 pada lingkaran

Tahukah kamu kenapa pi = 3,14 ?

www.google.com

Saat kita belajar matematika bab lingkaran baik itu matematika sd hingga matematika sma, kita akan belajar mencari luas dan keliling lingkaran. Tentu saja dalam mencari luas dan keliling lingkaran kita akan bertemu dengan istilah "pi" (π) . Tahukah kamu apa itu "pi" ?. Nah, pi  itu adalah panjang keliling lingkaran yang berdiameter satu satuan. 

Misalkan kita punya roda yang diameternya 1 meter, lalu kita hitung keliling roda tersebut dengan cara meletakkan seutas tali pada sekeliling roda tersebut. Nah, panjang tali yang dibutuhkan sekitar 3,14159 meter. Nilai perbandingan diameter lingkaran dengan keliling lingkaran ini selalu tetap untuk setiap lingkaran. Pi disebut juga satu putaran penuh lingkaran, dimana 2 pi = 360 derajat.

www.google.com
Berdasarkan hal di atas kita ketahui bahwa : 
pi = Keliling lingkaran (k) : diameter lingkaran (d) . 
Jadi, bisa disimpulkan bahwa untuk mencari keliling lingkaran adalah > (Keliling lingkaran (k) = pi x d ).
Karena panjang diameter lingkaran (d) adalah 2 kali jari - jari (r) lingkaran atau d = 2 x r maka keliling lingkaran (k) = pi x 2 x r atau 2 x pi x r .

Latihan soal :

Sebuah lingkaran memiliki panjang diameter 44 cm. Tentukanlah keliling lingkaran !
Penyelesaian

d = 44 => r = ½ x d = 22 cm
K = 2 x π x r  =  2 x 3,14 x 22 cm = 138,16 cm 
Jadi, didapat keliling lingkaran yang berdiameter 44 cm adalah 138, 16 cm.

Lalu apa hubungannya antara pi (π) dengan luas lingkaran ?
Akan disambung dalam belajar matematika : Kenapa pi = 3, 14 pada lingkaran bagian 2

Terimakasih,semoga bermanfaat.

Rabu, 01 Oktober 2014

Menentukan KPK dan FPB dengan mudah

Matematika SD : Menentukan KPK dan FPB dengan mudah

Menentukan KPK (Kelipatan Persekutuan Kecil) dan FPB (Faktor Persekutuan Besar) bagi anak usia sekolah dasar dapat dikatakan susah - susah gampang. Susah karena terkadang metode yang digunakan untuk mencari penyelesaian begitu rumit dan membingungkan.
Pada siswa kelas 4 SD, ada beberapa metode yang biasa digunakan dalam mencari FPB dan KPK.

Pertama,
Untuk menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan kita dapat menggunakan metode mencari kelipatan, kelipatan persekutuan hingga di dapat KPK nya.
Contoh :
Tentukan KPK dari 4 dan 5 !
Jawab :
a. Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, ...
    Kelipatan 5 = 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, ...
b. Kelipatan Persekutuan
     (Mencari kelipatan yang sama dari dua bilangan yang akan di cari KPK nya)
    Kelipatan Persekutuan dari 4 dan 5 = 20, 40, ...
c. KPK dari 4 dan 5 = 20

Untuk menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan kita dapat menggunakan metode mencari faktor dari masing - masing bilangan, faktor persektuan kemudian mencari FPB nya. Apa itu faktor bilangan ?, faktor bilangan adalah bilangan - bilangan yang dapat membagi habis bilangan yang diketahui.
Contoh :
Tentukan FPB dari 6 dan 9 !
a. Faktor dari 6 =  1, 2, 3 dan 6
    Faktor dari 9 = 1, 3, 9
b. Faktor Persekutuan dari 6 dan 9 = 1 dan 3
c. FPB dari 6 dan 9 = 3

Cara ini terlihat sangat mudah, namun untuk bilangan - bilangan yang besar sulit dilakukan karena akan memakan banyak waktu dalam menghitungnya.

Kedua,
Menggunakan faktorisasi prima, menggunakan pohon faktor. Nah, kesulitan menggunakan pohon faktor adalah siswa harus mengetahui bilangan - bilangan prima. Apa itu bilangan prima ? bilangan prima adalah bilangan yang dapat dibagi habis oleh 1 dan dirinya sendiri. Contoh bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, ....

Contoh mencari KPK dan FPB dengan pohon faktor.
Carilah KPK dan FPB dari 12 dan 36 !


Pohon Faktor

Berdasarkan faktorisasi prima menggunakan pohon faktor, di dapat :
Faktorisasi prima dari 12 =
                                             22 x 3
Faktorisasi prima dari 36=

                                             22 x 32
KPK 12 dan 36 =
(Masukkan semua angka dari masing - masing faktorisasi prima, apabila terdapat angka yang sama masukkan salah satu dan carilah angka yang memiliki pangkat yang lebih besar)

                                        36  = 22 x 32                                
FPB 12 dan 36 =
(Masukkan angka yang sama pada kedua faktorisasi dan carilah angka yang memiliki pangkat yang lebih kecil)
                              12 = 22 x 3

Ketiga,
Menggunakan metode tabel, menggunakan metode ini dengan mencari pembagi dari dua atau lebih bilangan yang akan dicari KPK dan FPB nya, sampai bilangan - bilangan tersebut tidak dapat dibagi lagi.
Contoh :
Carilah KPK dan FPB dari 12 dan 36 !
Tabel Faktor
dengan metode ini, kita membagi masing - masing bilangan dengan angka yang sama. Apabila tidak ada angka yang dapat membagi dua atau lebih bilangan yang akan dicari KPK dan FPB nya, maka di bagi dengan 1.

KPK dari 12 dan 36 adalah : 2 x 2 x 3 x 1 x 3 = 36 (perhatikan kotak berwarna merah)
FPB dari 12 dan 36 adalah : 2 x 2 x 3 = 12 

atau bisa dilihat di channel youtube berikut : KPKdanFPB
Nah, sekarang bagaimana mudah bukan ?
Selamat belajar matematika dan semoga bermanfaat.